Latest News

Showing posts with label GEREJA. Show all posts
Showing posts with label GEREJA. Show all posts

Sunday, 9 March 2014

40 KM BERSAMA TUHAN

40KM BERSAMA TUHAN
(Baca: Yunus 3:1-10)

�Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.� Yunus 3:10










Apa yang kesan Anda mendengar �kota besar�?  Gedung-gedung pencakar langit, teknologi canggih? Kalau saya terbayang kepadatan penduduk dan tingkat kejahatan yang tinggi disamping yang lain-lain.  Kota besar memang seperti gula yang nikmatnya menarik banyak semut datang.  Kerap kali justru di kota besar terdapat kompleksitas besar mulai dari yang positif sampai yang negatif.
Niniwe di jaman Yunus adalah kota besar 3 hari perjalanan luasnya. Bila dihitung rata-rata ukuran tentara romawi marchingsehari adalah 40km maka setidaknya panjang kota Niniwe lebih dari 120km.  Yunus berjalan 40km (mungkin sedikit lari karena bukan tentara) sambil berkhotbah penginjilan sepanjang hari adalah pelayanan yang sangat melelahkan.
Apa yang dilakukan Yunus boleh dikatakan contoh dasar ilmu berkhotbah (homiletik) yang sederhana sekaligus tepat.  Dikatakan sederhana karena tidak memakai penjelasan panjang bertele-tele.  Dikatakan tepat karena tajam menusuk ke sasaran sesuai isi hati Tuhan. Yunus dipakai Tuhan luar biasa bukan karena kepandaiannya, buka pula karena fasih lidah.  Yunus dipakai Tuhan karena ia mau dan taat.
Setiap kitapun dipanggil Tuhan untuk rencana yang luar biasa indah dan dahsyat.  Tuhan mau memakai setiap orang percaya yang bersedia untuk Tuhan.  Ada kalanya lewat perjalanan yang panjang, sukar dan sulit sebelum kemuliaan Tuhan dinyatakan dan banyak orang diberkati.  Bersediakah Anda berjalan bersama Tuhan dalam ketaatan?

KESEMPATAN YANG SANGAT INDAH DALAM HIDUP SEJARAH MANUSIA YANG FANA INI ADALAH APABILA BOLEH DILIBATKAN DALAM PEKERJAAN  TUHAN.  BERSEDIAKAH ANDA?

Wednesday, 22 January 2014

APAKAH ANDA MENYESAL MASUK NASRANI?










APAKAH ANDA MENYESAL MASUK NASRANI?
(Baca: Kejadian 22:1-24)



Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.  Amsal 30:9



Pernakah Anda menyesal masuk Nasrani?  Ada seorang pengunjung Gereja yang rajin datang setiap minggu untuk mengikuti ibadah.  Ia kemudian ikut katekisasi dan dibaptis.  Setelah dibaptis, seorang pengurus Gereja memberikan satu paket amplop perpuluhan untuk setahun.  Karena belum mengerti dengan jelas makna, kesadaran dan kesiapan hati; orang yang baru masuk Nasrani ini terkejut, marah, kecewa dan akhirnya tidak pernah lagi mau ke Gereja.  Ia merasa 'ditodong' dengan sejumlah tagihan dan harus membayar.
Ada seorang pemuda berdoa kepada Tuhan mencari pekerjaan yang didambakan dengan kedudukan tinggi.  Waktu berjalan dan ia masih belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.  Ia begitu kecewa menjadi Nasrani.  'Kenapa Tuhan tidak mendengar doaku?  Bukankah saya sudah sungguh-sungguh berdoa dan berusaha melakukan Firman Tuhan?'  Keluhnya saat itu.
Pertanyaan kebingungan dan dalam pergumulan berat yang lebih besar muncul juga dalam kehidupan Abraham ketika harus mempersembahkan anaknya yang tunggal Ishak.  Abraham sudah puluhan tahun menantikan datangnya seorang anak dari istrinya Sara.  Puji Tuhan! Doanya terkabul!   Ketika anak yang diharapkan menjadi ahli waris mulai bertumbuh remaja, Tuhan mau mengambilnya.  Sungguh sulit untuk diterima apalagi dimengerti oleh Abraham.  Masuk akal apabila Abraham berkata, 'Tuhan apa maksudmu?!  Mengapa Tuhan mau mengambil anakku?'

Kenyataan menunjukkan bahwa orang yang mau belajar mengikut Tuhan tidak kebal dari sejumlah kesulitan dan penderitaan manusia seperti orang-orang lain.  Mengikut Tuhan bukan berarti menyogokdengan sejumlah perbuatan baik, korban, dan persembahan lainnya agar kita dijauhkan dari marabahaya.  Mengikut Tuhan juga bukan perkara hitung-hitungan, kalau saya memberi apa dan Tuhan akan membalas apa (seperti transaksi bisnis).  Mengikut Tuhan adalah sebuah panggilan atas anugerah Tuhan yang mau berperkara dengan kita.
Hal utama di dalam kehidupan ini bukan apa yang Surga minta dari kita, tetapi apa yang sebenarnya Tuhan ingin berikan kepada kita.  Banyak orang tersesat di dalam pengajaran hikmat duniawi dan sejumlah teori filsafat alih-alih melihat dan menyadari hikmat Allah di dalam Alkitab.  Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia, mati disalibkan dan bangkit dari maut untuk memberikan anugerah keselamatan dari Tuhan.  Apabila seseorang menjadi Nasrani berarti dia menjadi pengikut Kristus yang mau terus belajar, mendengarkan, mendalami, melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.  Kenyataan banyak orang mengaku Nasrani tetapi hanya agamawi belaka, sepanjang minggu kehidupannya lebih menyerupai iblis dari pada Tuhan.
Tuhan memanggil setiap orang untuk menerima keselamatan yang sudah dikerjakan Kristus Yesus dengan iman percaya.  Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk mengikut Yesus dengan mempersembahkan hidup di mezbah Allah.  Ini bukan apa yang Tuhan mau minta dari kita tetapi apa yang Tuhan mau kerjakan untuk semakin memberkati kehidupan kita.
Belajar dari Abraham, Tuhan mengijinkan sejumlah peristiwa ada dalam hidup kita baik itu berkat maupun kesusahan.  Kita bertanggungjawab sepenuhnya atas keputusan, pemikiran, rencana, keinginan maupun sikap perbuatan di masa sekarang maupun di masa lalu.  Apa yang kita tabur akan kita tuai.  Abraham menghormati (deep respect) Allah dengan seluruh hidupnya (Kejadian 22:12).  Abraham mendengarkan Allah dengan sepenuh hati (Kejadian 21:18).  Kata 'mendengarkan' dalam bahasa Ibraninya (shama) memiliki pengertian mendengar dan mentaati; mendengar dengan menaruh perhatian; mendengar dengan kritis.  Mendengarkan Allah bukan sekedar baca Alkitab, tetapi mempelajari, mengerti, menghidupi apa yang menjadi kebenaran Allah bagi kita.
Apabila kita menjadi Nasrani dan hanya mau berkat Tuhan, maka kita akan kecewa.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berpikir bahwa ikut Tuhan semua akan lancar, maka kita akan kecewa.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berharap Tuhan yang menyesuaikan keinginan kita, maka kita akan kecewa dan meninggalkan Tuhan.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berpikir metode berdagang untung rugi, maka kita akan dipermalukan oleh Tuhan yang luar biasa berkat-Nya dan akhirnya juga akan kecewa karena kesalahan cara berpikir kita.
Mempercayai dan mengikut Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah kesempatan berharga, sebuah anugerah terbesar dalam kehidupan manusia.  Menjalani hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan adalah sebuah kesuksesan terbesar manusia di dalam sejarah kehidupannya, di dalam rana kekekalan, di dalam tujuan manusia itu sendiri.  Bila Anda mulai ragu dan menyesal masuk Nasrani, pikirkanlah paragraf ini.  Bisa jadi Anda hanya mempercayai agama Nasrani tetapi bukan Kristus, bisa jadi Anda memiliki pikiran yang salah tentang menjadi Nasrani.  Bisa jadi Anda sedang dalam pergumulan yang besar dan menantikan iman, kesabaran dan ketaatan seperti Abraham.  Apabila Anda sedang berada di jalur keraguan dan mempertanyakan Tuhan, ingatlah Abraham!  Abraham tetap mempercayai Tuhan walaupun situasi sangat buruk.  Abraham menghormati Tuhan dengan hidupnya dan memperhatikan Firman Tuhan dengan ketaatan.
Apabila kita mengikut Tuhan walaupun sukar, kita tidak akan kehilangan pemeliharaan Tuhan.  Apabila kita mengikut Tuhan dan terus memperhatikan Firman-Nya, kita akan beroleh damai sejahtera dan bertumbuh semakin dewasa secara rohani.  Apabila kita mengikut Tuhan dan menantikan cara Tuhan dan bukan cara sendiri, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan di tengah-tengah kehidupan kita.  Apabila kita mengikut Tuhan dengan pola pikir Firman Tuhan, maka kita tidak mungkin melihat Tuhan yang meminta-minta, memohon-mohon agar kita ke Gereja, melakukan Firman Tuhan, melayani ataupun persembahan.  Semuanya itu kita lakukan dengan kesadaran karena kita tahu dengan berbuat apa yang menjadi kehendak Tuhan sebenarnya Tuhan sedang membentuk dan memberkati kita secara berlimpah-limpah.  Seperti yang pernah dijanjikan-Nya kepada Abraham, 'maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah'' Kejadian 22:17.  Kiranya Tuhan menolong kita tetap taat dan setia di saat lancar dan sulitnya hidup ini.  Amin.
Source : jeffrysudirgo.blogspot.jp

Thursday, 29 March 2012

SEKILAS GAMBARAN MEMASUKI PASKAH


SEKILAS GAMBARAN MEMASUKI PASKAH

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7




Tidak terasa kita mulai memasuki minggu-minggu pra paskah.  Hampir semua media pelayanan Kristiani mulai menampilkan berbagai renungan dan ulasan tentang Paskah (easter).  Saya berpikir, Apakah Paskah kali ini akan dikenang lebih penting dari bulan Natal (Christmas)?  Apakah yang menjadi rentetan dari peristiwa Paskah ini?  Apa dan bagaimana kita mengenang dan memaknainya?  Berikut ini gambaran sekilas untuk menolong kita melihat kembali peristiwa Paskah.  Kiranya kita semua boleh merenungkan dan memperoleh semangat, pengharapan dan antusias dari berita Paskah. 
  
Inti Paskah diperingati dalam perjamuan kudus yang melambangkan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk mengampuni dosa, menebus, menyelamatkan dan memberi pengharapan hidup yang sesungguhnya dalam Tuhan (Matius 12:28-30).

Paskah pertama terjadi ketika bangsa Israel hendak keluar dari penjajahan Mesir (Keluaran 12).  Tuhan dengan kuasaNya yang dahsyat memakai Musa untuk membebaskan Israel dari perbudakan dan penjajahan.   Kata Paskah berasal dari bahasa ibrani Pesach yang artinya dilewatkan (dari kematian).  Paskah waktu itu adalah darah anak domba yang dikorbankan sebagai lambang keselamatan.   

Semua aspek yang terjadi di jaman Perjanjian Lama adalah gambaran yang belum selesai.  Sementara kesempurnaan dari Paskah  yakni Yesus Kristus yang dikorbankan di kayu salib untuk penebusan dosa dan keselamatan hidup manusia yang percaya.




Malam sebelum Tuhan Yesus disalibkan, diadakan perjamuan kudus pertama dengan makna roti lambang tubuh Kristus yang dikorbankan dan darah lambang darah Yesus yang dicurahkan untuk pengampunan dosa (I Korintus 11:23).  Perjamuan Kudus bemakna tentang pengorbanan (sacrifice); pengampunan dosa; keselamatan dan hidup yang dikuduskan/dilayakan oleh Allah.

Malam itu Yesus sadar apa yang akan terjadi dengan seluruh konsekuensi berat yang ditanggungnya.  Yesus berdoa meskipun murid-muridnya tertidur lelap.  Kekuatan terbesar di dalam pergumulan yang berat sesungguhnya terletak dalam dukungan doa.  Kemenangan Yesus dalam pergumulan di Getsemani bukan dari keyakinan batin 'saya hebat'; 'saya bisa'; ataupun 'saya kuat', tetapi justru di dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa di sorga.
 
Babak selanjutnya adalah gambaran tentara dan orang-orang yang menyebut dirinya tokoh-tokoh agama yang membawa senjata, pedang, pentungan, obor dan borgol untuk menangkap Yesus sewaktu malam gelap di taman Getsemani (Matius 26:47-56).  Penangkapan dilakukan dengan cara keji, yakni cium khianat Yudas Iskariot.  Demi cinta harta, Yudas bukan saja sering korupsi uang pelayanan, tetapi juga menjual informasi keberadaan Guru Yesus.  Hari ini banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus tetapi lebih cinta uang dari pada cinta Tuhan.

Yesus disiksa dan diseret paksa ke pengadilan manusia.  Pengadilan pertama justru adalah pengadilan agama yang seharusnya membela Tuhan dan memperjuangkan kebenaran.  Sebuah ironi dari sekumpulan orang berpendidikan yang berdiri di payung organisasi religius.  Pengadilan kedua adalah pengadilan negara oleh Pontius Pilatus.  Pengadilan tidak akan berbicara tentang kebenaran dan keadilan kecuali kembali kepada kebenaran Tuhan.  Suara rakyat bukan suara Tuhan.  Pengadilan manusia dapat menjadi pengadilan setan (court of evil) ketika manusia tidak kembali bertobat kepada Tuhan.
 
 Yesus disiksa dan dianiaya karena kepentingan politik, kebencian, iri hati, dan dengki.  Setiap luka dan bilur yang diderita bukan karena kesalahan Yesus Kristus, tetapi IA rela menanggungnya demi menyembuhkan, mengampuni, memulihkan dan menyelamatkan orang-orang yang bertobat dan percaya kepadaNya.

Puncak dari Paskah adalah salib yang tergantung tinggi.  Salib pada jaman itu adalah lambang kehinaan dan kutuk.  Orang yang disalib di jaman Romawi adalah orang yang melakukan kejahatan besar sehingga layak dihukum mati secara keji.  Romawi mengijinkan penyaliban bukan karena kejahatan tetapi justru karena alasan politik dan KETAKUTAN akan terjadi ketidakstabilan keamanan.  Bukankah hari ini banyak pengadilan dan aparat keamanan menangkap, memenjarakan dan memutus bersalah orang-orang yang memberitakan Kabar Baik demi alasan supaya tidak rusuh?

Saya sedih ketika mendengar pemerintahan Amerika Serikat memperlakukan sangat sopan dan hati-hati kepada para tahanan teroris dan  Al Qur'an dengan alasan 'takut' rusuh dunia, tetapi di satu sisi justru terjadi pembiaran terhadap pihak kepolisian yang melarang Alkitab dibagikan di Nottingham High School- Trenton, New Jersey.  Pihak Alkitab the Giedons yang membagi pada waktu itu mengakatan bahwa mereka tidak salah secara hukum Amerika karena bebas utarakan pendapat dan tidak memaksakan orang untuk percaya, bila orang mau terima Alkitab silahkan, bila tidak mau juga tidak apa-apa. 

Ketika Yesus disalibkan, ada 7 perkataan yang memiliki makna dan pengertian yang sangat dalam.  Berikut ini dibahas secara sekilas yang sebenarnya tidak cukup untuk menjelaskan kedalaman perkataan-perkataan Yesus tersebut:
1.  'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' (Lukas 23:34) yang menunjukkan pengampunan dan kasih bukannya balas dendam dan kebencian. 
2.  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Lukas 23:43) yang menunjukkan tidak perduli seberapa jahat, najis dan berdosanya manusia bila bertobat dan menerima Kristus akan diampuni dosanya dan diselamatkan. 
3.  'Ibu, inilah anakmu! ' Inilah ibumu!' (Yohanes 19:26-27) yang menunjukkan bahwa semua orang percaya pengikut Yesus Kristus dari berbagai suku, bahasa, umur dan golongan apapun adalah saudara seiman.
4.  'Eli, Eli, lama sabakthani?' (Matius 27:46) yang artinya Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?  Perkataan ini adalah gambaran suasana kesedihan, ditinggalkan sendiri untuk menanggung dosa manusia dan masuk dalam jurang maut.  Yesus tengah menjalani pergumulan yang berat, yakni Tuhan yang jadi manusia membatasi diri dalam ruang dan waktu harus terhina, dibantai habis demi menebus dosa kita.  Itulah sebabnya Yohanes 3:16 dengan jelas menyatakan motif Allah yang sangat amat mengasihi kita sehingga rela menyerahkan Yesus Kristus sebagai korban penebusan dosa agar kita selamat.
5.  'Aku haus.' (Yohanes 19:28) bukan sekedar perkataan dari seseorang manusia yang haus karena disalib dan kehabisan cairan darah tetapi juga mewakili pergumulan manusia yang 'haus' akan air kehidupan.  Yesus tengah berada di posisi salib menggantikan manusia yang harus disalib.  Kitalah yang seharusnya disalib karena dosa-dosa kita, tetapi mengambil posisi kita agar semua laknat neraka tidak menghabisi kita.
6.  'Sudah selesai.' (Yohanes 19:30) mengambarkan kelengkapan dan kesempurnaan dari pengorbananNya.  Misi-Nya sudah selesai, sudah genap.  Tidak perlu lagi tambahan, hanya oleh darah Yesus menyelamatkan dan memulihkan manusia.

 7.  'Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku' (Lukas 23:46) adalah sebuah penyerahan total melakukan kehendak Tuhan hingga akhir.  Yesus tidak mempercayakan diri kepada orang-orang kaya, berpengaruh, pejabat, ataupun dukungan massa.  Yesus memulai di dalam Tuhan dan mengakhiri di dalam Tuhan pula.


Perkataan Yesus mulai jam 09.00 pagi hingga jam 15.00 sore diiringi dengan kegelapan siang bolong jam 12.00 dan pada saat penyaliban terjadi gempa bumi; tirai bait Allah robek yang melambangkan kegenapan dan kesempurnaan dari bait Allah di Yerusalem bukan bangunan kasat mata tetapi ada dalam hati orang-orang percaya (I Korintus 6:19).


Pada saat penyaliban Yesus, terjadi kebangkitan orang-orang mati yang dulunya hidup saleh di hadapan Tuhan.  Keadaan yang digambarkan oleh kitab Injil menunjukkan kengerian, ketakutan akan kehadiran Allah melewati banyak peristiwa alam, supranatural dan menggoncangkan banyak jiwa untuk menyadari bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Matius 27:51-54)


Pada hari ketiga, Yesus bangkit dari kematian (Matius 27:52).  Ia telah mengalahkan maut dan memberi kesaksian di depan para murid dan ratusan orang lainnya.  Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan yang dulu pernah datang ke dalam dunia jadi manusia, tetapi sekarang sudah naik kembali ke sorga.  Ia memanggil setiap kita orang percaya untuk memberitakan kabar baik, bahwa ada keselamatan ganti kebinasaan, ada pengharapan ganti keputusasaan.  Yesus Kristus memanggil setiap kita untuk bertobat, percaya kepada peristiwa salib Kristus dan menjadi murid-muridNya.  Setiap kita dipanggil untuk berbuat sesuatu bagi Injil Kristus sesuai dengan talenta, keunikan dan keadaan kita masing-masing.  Selamat merenungkan masa pra paskah.  Tuhan Yesus beserta kita.  Amin.



Source : jeffrysudirgo.blogspot.jp